eMWei’s path

Masukan dari Maret 2008

Ayam Kuah Jahe

Maret 24, 2008 · 1 Tanggapan

ayam-kuah-jahe.jpg

Satu lagi resep yang cukup menghangatkan. Kali ini resep warisan neneknya anak-anak. Sangat gampang membuatnya karena tinggal cemplung2, tapi rasanya hmmm…… segaaarrr…..

BAHAN :

Ayam   1 ekor (lebih enak diambil bagian yang bertulang saja)
Air   secukupnya

BUMBU :

Bawang merah 5 siung (diiris tipis)
Jahe   1 ruas ibu jari (digeprek)
Cengkeh  7 butir
Garam  secukupnya
Bumbu penyedap secukupnya
Cabe rawit  7 – 9 buah

CARA MEMBUAT :

Air dididihkan beserta bumbu2 (kecuali cabe rawit). Setelah mendidih masukkan ayam yang sudah dipotong-potong sebesar ruas jari. Masak dengan api kecil/sedang hingga 1 ½ – 2 jam. Tambahkan air bila kuah menyusut. Setelah bumbu benar2 meresap ke dalam daging ayam, masukkan cabe rawit utuh ke dalam kuah dan setelah +/- 5 menit segera angkat. (Tapi karena anakku yang kecil tidak suka pedas maka aku masukkan cabe rawit sesaat setelah api dimatikan).
Pada saat dimakan cabe rawit dipenyet bersama kuahnya.

Hmmm…. Bagi penyuka rasa pedas jangan ragu penyetkan rawit beberapa buah di dalam kuahnya. Yang badannya lagi nggak fit pun bakalan jadi sueggerrr… Mmmhh….

Kategori: daging ayam

My Flashy Girl

Maret 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

candya-pradipta.jpg

 

Namanya Candya Pradipta. Tapi anakku yang pertama ini selalu saja cemberut kalo kupanggil Candya, padahal itu nama yang indah kannn ??. Dia memang lebih suka kalau dipanggil Dita. Mungkin karena udah terbiasa dengan panggilan itu kali ya, jadi seolah-olah Candya adalah seseorang yang bukan dirinya. He.he..

Terlahir di Jakarta tanggal 6 Juli 1993, bagiku Dita adalah sesuatu yang nggak terbayang sebelumnya namun nyata. Ahh…yaaa…. mungkin memang seperti itu perasaan seluruh ibu di dunia ini ketika melahirkan anak pertama. Dan anakku itu kuberi nama Candya Pradipta yang berarti ciptaan yang kemilau. Kami orang tuanya memang berharap dia akan menjadi manusia yang berkilau karena ilmu maupun ibadahnya. Amiinnn…

Kata almarhumah neneknya dulu, Dita memiliki tatapan yang cerdas. Gak tau juga deh, tapi  ketika bayi di waktu papanya dateng setiap akhir minggu (waktu itu papanya masih tugas di luar kota), selalu aja ada kemajuan pesat yang dia pertontonkan untuk papanya itu.  Pertumbuhannya memang lebih cepat dari rata2 (ini sih kalo ukuran rata2 memang sesuai dengan buku tentang pertumbuhan bayi yang aku baca ya…, soalnya jujur memang aku belum pernah bikin survey tentang pertumbuhan rata2 bayi –> ngaku :) ).

Tapi ya begitulah, saking semuanya mungkin maunya cepet, sampe besar pun sepertinya terbawa sehingga enggak perlu heran lagi kalo dia lewat seringkali terdengar suara yang seolah-olah menjadi “bayangannya” ….. gedubrakk …. krompyannggg …. jedugg ….. pyyaarrrr…. huaaa mamaaaa….!!!!  He…he…, begitulah anakku…. Kadang nabrak pintu, kadang nyenggol gelas, kadang nyerempet kursi, tapi nggak jarang pula adiknyalah yang jadi korban. Yang ada akhirnya suaraku yang kemudian menjadi echo dari apa yang terjadi di rumah “ Ditaaaaaaaa………ati-atiiiiiiiiii…. !!!!” (pastinya dengan suara melengking !!). Yaa… begitulah suasana rumahku, aku begitu aktif berpartisipasi menyemarakkan suasana dengan suaraku yang sopran. Tapi untunglah kejadian heboh seperti itu semakin berkurang pada saat ini. Yang pasti dalam segala hal “kalau dia mau” pasti akan dilakukan secepat kilat. He..he… memang dengan catatan kalau dia mau….

Dita ini dalam kesehariannya selalu memakai celana pendek ataupun panjang. Rasanya hampir nggak sekalipun dia mengenakan rok, kecuali hanya seragam sekolahnya saja. Pernah aku belikan rok beberapa kali tapi yang ada selalu pertengkaran yang terjadi karena si anak tetep gak mau pakai rok, sementara mamanya maksa. He..he.., jadi inget, pernah beberapa tahun lalu tiba-tiba Dita minta dibeliin rok bawahan jins. Aduuuhhh…betapa senangnya aku… Tapi apa yang kemudian terjadi? Rok itu hanya dipakai satu kali karena akhirnya dia merasa nggak bisa bebas bergerak. Ah…ya sudahlah…sekarang aku nggak pernah memaksanya lagi. Bagiku dia berdandan tanpa rok pun bisa tetap terlihat cantik.

Dalam masa pertumbuhannya banyak hal-hal yang membanggakan pada dirinya. Pada usia 9 ½ bulan Dita udah bisa jalan, dan sudah nggak ngompol. Anakku ini cerdas (ya memang begitu, semua ibu selalu mengaku anak-anaknya cerdas, kan ?? He..he…). Pada usia 2 ½ tahun Dita sudah pandai bernyanyi bahkan suka sekali mendongeng tokoh si Kancil (terbalik ya… ini anaknya yang suka mendongengi mamanya). Wajah dan tingkahnya pun lucu sekali sehingga selalu menghibur hati nenek sama akungnya yang waktu itu sedang sakit. Bahkan tantenya pun seringkali terpingkal-pingkal melihat tingkah lakunya. Namanya selalu berada di jajaran atas ranking di kelas. Dia pun pandai menggambar dan punya ketertarikan yang lebih di bidang grafis. Anak ini tumbuh menjadi anak yang sangat rasional (ahaa… yang ini kayak papanya bangeth !!). Bahkan kadang kala aku begitu dikejutkan karena dengan kerasionalannya (eh.. ada gak kata ini ya ?) dia bisa saja berubah menjadi sosok yang lebih dewasa daripada mamanya sendiri, he..he…he…

Namun tentunya ada juga masa-masa dalam pertumbuhannya yang membuat aku harus mengelus dada. Mungkin memang begitulah, pada waktu Dita tumbuh menjelang remaja, aduuuhhh…. sepertinya tiada hari tanpa melihat dia ngambek dan uring-uringan. Kelakuannya entah kenapa pada waktu itu sering sekali bikin jengkel. Tapi untunglah hal itu sudah berlalu. Secara umum sih Dita bukan anak yang menyulitkan bagi kami orangtuanya. Syukur Alhamdulillah…..  Semoga demikian yang terjadi selanjutnya.

Aku dan papanya sangat berharap Dita menjadi anak yang “berkilau” karena ilmu yang bermanfaat, dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dan tentunya, yang ini sangat-sangat menjadi harapan kami, dia juga menjadi anak sholehah. Aduhh…. senangnya mempunyai anak yang sholehah dan cerdas, karena tentunya bisa membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan, bukan saja bagi dirinya sendiri, namun juga bagi orang tua dan banyak orang di sekelilingnya. Amin Ya Allah…..

Kategori: jejak_keluarga

Klappertart

Maret 18, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

klappertart.jpg

Yang ini sebenernya resep yang dah lamaaaaaa… banget pengen dicobain. Tapi berhubung nyari tepung custardnya rada susah, baru sekarang deh bisa kesampean.

Bahan :
Susu murni   1 liter
Margarine   150 gr
Gula pasir   200 gr
Tepung terigu  50 gr
Tepung maizena  50 gr
Tepung custard  50 gr
Telur ayam   6 butir (pisahkan putih dan kuningnya)
Kenari sangrai  1 ons (dicincang kasar)
Kelapa muda   dari 2 butir kelapa
Kismis    1 kotak kecil
Bumbu spekoek  secukupnya

Tambahan untuk topping :
Gula pasir    3 sdm   
Tepung terigu  2 sdm

Cara membuat :
Susu murni 800 ml dididihkan bersama gula. Susu 200 ml dicampur dengan semua tepung hingga rata, kemudian campurkan kedalam susu yang telah mendidih. Aduk hingga rata dan sesudahnya matikan api. Masukkan margarine dan kuning telur (ingat, kuningnya saja karena putihnya digunakan untuk toping).  Aduk rata, dan kemudian campurkan bumbu spekoek, kelapa muda, dan setengah kenari, aduk kembali hingga rata. Panggang adonan ini dengan cara di-tim di atas wadah berisi air.
Sambil menunggu proses memanggang, kocok putih telur bersama gula hingga kaku. Setelah itu campurkan tepung terigunya dan aduk perlahan.  Adonan ini digunakan untuk toping.

Setelah adonan yang tadi dipanggang setengah matang (+/- 15-20 menit) tuang adonan toping merata di atasnya dan taburi dengan kismis, sisa kenari, dan bumbu spekoek. Panggang kembali hingga toping matang berwarna kecoklatan.

Alhamdulillah… akhirnya… the dream come true, Byund….
Tapi…ups…lagi2…kismisnya ndak ‘do….. he..he…:)

Kategori: kue & makanan ringan lain

Kue Lumpur

Maret 18, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

kue-lumpur.jpg

Lagi2 mesti berpikir bagaimana mengolah kelapa hasil panen (!!). Sekarang giliran nyobain buku resep yang dipinjemin Mama Sari.  Sekalian nyobain wajan baru (huuu…pamerrr !!!!) yang dibelinya dah lammaaaaa banget, yaitu pas mudik lebaran !.

Bahan :
Margarine 75 gr
Air 200 ml
Tepung terigu 175 gr
Vanili ½ sdt
Gula pasir 100gr
Garam ¼ sdt
Kentang 2 butir
Telur ayam 5 butir
Santan 350 ml
Kismis 1 kotak kecil (direndam dahulu)
Kelapa muda dari 1 butir kelapa

Cara membuat :
Kentang dikukus dan setelah lunak panas2 dihaluskan. Air dan margarine direbus hingga mendidih, kemudian tambahkan terigu, vanili, gula, garam, dan kentang yang sudah dihaluskan. Aduk hingga tidak lengket (kalis). Tunggu dingin, baru dicampur dengan telur dan santan. Aduk rata.

Setelah wajan cetakan kue lumpur panas olesi dengan sedikit minyak kemudian tuang adonan dan tunggu hingga setengah matang , taburi dengan kelapa muda dan kismis, dan wajan ditutup hingga kue lumpur matang sempurna.

Nah… berhubung persediaan kismisku dah dirubung semut.. :) maka kue lumpurku gak jadi pake asesoris kismis. Tapi kelapa muda pun dah cukup kok. Makasih ya Sari… Mudah2an kamu suka ya nak…

Kategori: kue & makanan ringan lain

Bajigur Instant

Maret 18, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

bajigur-instant.jpg

Kebetulan kemaren abis “panen” kelapa di halaman. Duh…panennn… :) .  ”Metik” kali lebih pas yaa… Dari kelapa ini emang paling enak dibikin es kelapa gitu, tapi sayangnya kalo hujan kayak gini kok gak sedep minum dingin2, enaknya yang anget2. Terpikir pengen bikin minuman bajigur tapi yang instan aja. Pokoknya ngarang2 dicari cara yang gampang bikinnya, tapi lumayan buat ngangetin badan di cuaca yang mendung.

Sedikit cerita, kemaren waktu minuman ini disajiin ke guru ngaji anak2, pak ustadz-nya nanya nama minumannya, dan aduhh…aku gak tahu namanya, belum dikasih nama, wong bikinnya juga asal aja kok. Baru belakangan kepikir kok kayak bajigur (walaupun tanpa santan) …ya sudahlah…dikasih namanya bajigur instan aja, he..he..

Bahan :
Air kelapa                                             1 gelas
buahnya kelapa (dikerok)                    dari 1 buah kelapa
Air panas (mendidih)                            1 gelas
Jahe instant                                          1 sachet 
Palm sugar / gula merah dikerok          secukupnya
Garam                                                   sedikiiiit aja
Daun pandan                                         2 potong ukuran ruas jari

Cara membuat :
Daun pandan, jahe instant, garam, dan palm sugar diseduh dengan air mendidih. Aduk rata, dan selanjutnya ditambahkan air kelapa dan buahnya.
Untuk 2 gelas

Tuh… gampil banget kannn????? Dijamin anget deh… he..he…

Kategori: puding & minuman