eMWei’s path

Lorong Waktuku

Maret 9, 2008 · 1 Komentar

lorong.jpg     Di suatu sore yang cerah mendadak hapeku menjerit. Eh… sejujurnya nggak menjerit ding, karena ring tone yang aku set adalah lagu kesukaanku yang dimainin melalui dentingan lembut pianonya si Om Richard Clayderman , “L” for Love. Ah…, sungguh terdengar begitu membuai di kupingku. Tapi gak mau si hape kecapean, segeralah benda imut itu aku angkat, dan…. taraaaa….!!! Gak disangka dan gak diduga nun jauh disana yang terdengar adalah suara seseorang dari masa yang “sangat” lalu. Ibaratnya nih, kalo di buku-buku dongeng yang sering aku baca pada masa itu selalu dimulai dengan kalimat  “Pada djaman dahoeloe bla..bla..bla…” Ato, “Once upon a time bla..bla.. bla..”, ato mungkin sebagaimana dulu almarhum bapakku menceritakan dongeng sebelum tidurku yang seringkali dimulai dengan kalimat, “Naliko semono…….bla…bla…, dst”. Aaahh….., sungguh kalimat-kalimat standar namun selalu mampu untuk membuatku merasa terhibur dan sekali lagi terhibur, walaupun aku telah membacanya ato mendengarnya berulang-ulang kali.

Ya, dia adalah seorang teman yang pernah satu kelas di masa SMP dan satu SMA. Kira-kira kalo dihitung pakai kalkulator, itu adalah sekitar seperempat abad yang lalu !!!  Duh, betapa “dahoeloe”-nya… Ato, mungkin sebaliknya justru bisa dipahami seperti ini : duh Gusti, betapa tuanya aku sekarang. Weitsss…. menyadarkanku pada kenyataan yang sejati. He..he…he…

Setelah ngobrol ngalor ngidul sekitar kenangan-kenangan masa kecil, terungkaplah (huh…berat banget yak…) ternyata para sobat masa lalu itu tetep menjalin komunikasi di dunia maya ini. Surprising me …. Ya betul, mereka bikin satu milis yang bisa menyatukan semuanya. Ck..ck..ck… Itulah kehebatan teknologi. Sampe sekarangpun aku gak mudeng bagaimana manusia sekarang begitu canggih dan ilmiah. Setahuku sejak jaman dulupun sudah dikenal beberapa manusia “super” (tentunya bukan superman) yang bisa saling berkomunikasi dengan jarak jauh melalui telepatinya. Namun pada waktu itu rasanya mereka melakukannya tanpa ada satu analisa ilmiah melalui hitungan-hitungan yang rumit. Ah, ya sudahlah…., kok malah jadi bikin rumit sendiri ?

Singkat kata, dengan ketidaksabaran tentunya, aku segera berselancar menuju milis itu dan pastinya langsung melamar untuk bisa join disitu. Dan setelah aku berhasil masuk ke dalamnya, yang seketika aku ingat adalah si tokoh komik Doraemon. Ya, kucing robot yang datang dari masa depan dan kaya dengan segala peralatan canggihnya itu mampu membawa si Nobita untuk menjelajah masa lalu melalui lorong waktunya. Bener banget, aku seperti memasuki satu dunia yang bagiku sudah hanya sebagai kenangan tapi nyatanya aku bisa masuk kedalamnya. Haii…siapapun kalian yang menciptakan komputer dan berbagai tetek bengeknya, aku really-really amazed !!. 

Akhirnya aku bertemu dengan banyak teman yang syukur alhamdulillah ternyata masih banyak yang mengingatku. Bener-bener keajaiban. Bagaimana tidak, disisi lain ternyata aku harus menggali memoriku untuk bisa mengingat kembali semuanya dengan baik. Sorry temans, bukan aku melupakan tapi ini sekedar ingatanku yang mulai melemah dimakan usia (loh…kok mereka nggak ya ??…padahal kan umurnya sama ….!!!). Tapi jujur, lorong waktuku ini sukses membuatku (kayaknya akan lebih tepat kalo ditambah kata merasa) seperempat abad lebih muda  (oo- yeaahh…???) walopun tanpa  menggunakan segala macam perabotan masa kini seperti vitamin E, kolagen, suntik botox, minyak bulus, atopun operasi plastik sekalipun. He..he…

Pada teman-teman disana aku ngucapin terima kasih , sudah menerimaku untuk kembali bisa bersilaturahmi, dan untuk om Pungky — untung bukan Pongky-nya Jikustik, karena bisa-bisa aku panggil Om_Pong, he..he…— tengkyu banget udah ngasih aku pintu lorong waktu. Dikau sungguh bentuk nyata dari Doraemon, he..he..he…

Dan selanjutnya, to all gladiola, seperti kata Tukul Arwana dalam salah satu iklan mie instan di TV yang mengatakan, “ I’ll be BACCKKK…!!!”.

Kategori: jejak_sahabat
Tagged:

Soto Bandung

Maret 9, 2008 · Tidak ada Komentar

 

 

   
soto-bandung.jpg

 

 

 

 

 

Sejak pagi hujan turun dan langit gelap. Suasana kok rasanya dingin gitu ya…. Rasanya kok butuh sesuatu untuk menghangatkan.  Kebetulan juga hari ini aku harus menyiapkan acara di rumah, jadi otomatis aku harus atur2 waktuku. So, rasanya menu hari ini kudu sesuatu yang hangat tapi praktis n cepet bikinnya. Ahaa..!!! Seketika terlintas segarnya soto bandung yang dipadu dengan pedasnya sambal, pasti dijamin gak sekedar bisa bikin hangat tapi bakal hot betulan, he..he….  Berikut ini resep ala kadarnya dari laboratorium kulinerku.

 

Bahan :
daging sapi sandung lamur   ½ kg dipotong dadu
lobak     2 - 3 buah dipotong bulat tipis

air untuk kuahnya

 

Bumbu dihaluskan:
bawang merah
bawang putih
jahe

merica

garam

penyedap rasa

 

Bumbu lain :
sereh
daun salam

lengkuas
sedikit minyak untuk menumis

 

Pelengkap :
kedelai goreng   
daun bawang & seledri
bawang goreng
sambal rawit

 

Cara membuat :
Semua bumbu ditumis hingga wangi, kemudian dituang kedalam air yang sudah mendidih. Setelah itu masukkan daging sapi. Bubuhi garam dan penyedap rasa sesuai selera. Rebus hingga daging lunak. Setelah itu masukkan lobak dan tunggu hingga lobak masak. Dalam penyajian taburi kedelai goreng, daun bawang seledri, bawang goreng, dan sambal.

 

Tuuhhh… gampang dan cepet kan bikinnya…??? Tapi…, sorry banget, untuk bumbu2 gak pakai takaran persisnya, karena seperti biasa kalo aku masak sekedar mengandalkan blink sensitivity, gak ilmiah. Namanya juga laboratorium, pake trial & error. He..he…

Kategori: daging sapi