eMWei’s path

Entries from Maret 2008

Rolade Daging

Maret 11, 2008 · Tidak ada Komentar

rolade-daging.jpg

Kemaren kebetulan ada roti tawar di rumah dan ndilalah pergi ke yayuk tukang sayur ternyata aku dah keabisan lauk. Ya sudahlah, untung masih punya persediaan daging giling di kulkas. Jadi cukup aku tambah sayur-sayuran buat bikin menu ini.

Bahan Rolade :
Daging sapi giling   ½ kg
Roti tawar   1 lembar
Susu murni   ½ gelas (boleh juga dari susu bubuk dicampur air)
Telur ayam   4 butir
Bawang putih goreng
Merica
Garam
Penyedap rasa kaldu sapi
Margarine (untuk menggoreng rolade)

Saus tomat :
Saus tomat botolan
Bawang putih
Garam
Merica
Penyedap rasa kaldu sapi
Gula
Sedikit minyak
Tepung maizena
Air secukupnya

Pelengkap :
Daun selada   
Wortel rebus
Buncis rebus
Kentang goreng
Tomat
Acar timun

Cara membuat :

Roti tawar direndam terlebih dahulu ke dalam susu cair hingga meresap, kemudian campurkan dengan daging sapi giling, bumbu2, dan 1 butir telur ayam. Sisihkan. Telur ayam yang 3 butir didadar tipis menjadi 3 lembar. Selanjutnya adonan daging tadi dibagi 3 dan masing-masing diratakan ke atas selembar telur dadar, kemudian digulung. Selanjutnya rolade tersebut dikukus +/- 30 menit.

Bawang putih yang sudah digeprek ditumis dalam minyak. Setelah harum tambahkan air, saus tomat, garam, merica, bumbu penyedap, dan gula hingga sesuai selera. Bila sudah tambahkan tepung maizena yang sudah dicairkan terlebih dahulu dan tuangkan hingga kekentalannya pas.

Dalam penyajian rolade dipotong serong dan digoreng sebentar dengan margarine dalam wajan anti lengket. Selanjutnya disajikan dengan sayuran bahan pelengkapnya dan disiram dengan saus tomat.
Nah kan… jadi deh. Tapi maaf ya, di foto gak keliatan acarnya, soalnya kelupaan bikinnya (he..he.. ketauan deh kalo dapurku bad manage)

Kategori: daging sapi

Di kilometer berapakah aku?

Maret 11, 2008 · Tidak ada Komentar

hijrah4.jpg    Hijrah.  Satu kata yang ditulis dalam huruf besar itu menjadi judul satu majalah dan menjadi kajian utama dalam edisi menyambut datangnya tahun baru hijriah 1429. Secara umum digambarkan bagaimana Rasulullah berpindah dari Mekah ke Madinah dengan berbagai halangan dan rintangan selama menempuh perjalanan itu. Dan seterusnya dan seterusnya … Rasanya kisah itu sudah berkali-kali aku dengar sejak masih SD dulu. Selanjutnya pemaknaan tersebut mengalami pengembangan, yaitu dimana hijrah adalah berubahnya seseorang dari hal-hal buruk kepada hal yang baik, atau secara garis besar berarti meningkatkan derajad ketakwaan seseorang kepada Allah swt.

Tapi yang kemudian aku rasakan seolah-olah ada yang mengkilik-kilik dalam hatiku dengan pertanyaan, apa iya pemaknaan itu sudah benar-benar aku pahami?. Tiba-tiba dalam hatiku pula ada yang menjerit dan protes keras “Ya pasti sudahlah”. Selanjutnya dia pun berargumentasi (masih di dalam hatiku), “Loh,  gimana enggak ? Aku melaksanakan rukun islam, aku mempercayai rukun iman, aku pergi ke majelis taklim, aku membaca Al Quran, aku mengajari anak-anakku dengan hal-hal baik, bahkan setiap bangun tidur pun aku membaca basmallah sebelum beraktifitas menyiapkan segala sesuatu untuk keluargaku “.

Astaghfirullah……. Betapa sombongnya aku Ya Allah…. Betapa aku selama ini merasa sudah  berlaku sebagaimana seharusnya muslim yang baik. Astaghfirullah…. Nggak terasa air mataku menetes. Tergambar dalam mataku, bagaimana aku seringkali terjebak dalam ritual yang rutin dan berjalan seperti robot yang sudah diset oleh komputer, bagaimana aku seringkali kehilangan makna dalam beribadah, bagaimana tidak sabarnya aku menghadapi anak-anakku, bagaimana kepalaku dipenuhi dengan hitungan-hitungan yang sangat duniawi, bagaimana aku dikuasai oleh kekhawatiran-kekhawatiran dan melupakan kata tawakal, bagaimana …. bagaimana……dst…dst…. Air mataku semakin deras berderai….

Astaghfirullah…… Aku seperti terhenti di halte pemberhentian dan terperosok ke dalam lubang kepuasan atas apa yang telah aku capai. Aku merasa sudah cukup baik dalam beribadah untuk menjangkau rahmatMu. Ya Allah … betapa bodohnya aku ….

Aku termenung dalam kesendirianku. Begitu banyaknya kebaikan yang belum aku lakukan bila dibandingkan dengan apa yang sudah aku lakukan. Begitu tidak sempurnanya kebaikan-kebaikan dan ibadah yang sudah aku lakukan. Begitu banyaknya dosa dan hal buruk yang aku lakukan namun tertutupi oleh kesombongan dan kebodohanku. Hatiku tercekat. Tergambar betapa panjangnya rute yang seharusnya aku tempuh untuk mencapai ke-ridlaanNya tapi aku justru terhenti disini terbuai dengan fatamorgana.

Ya Allah…..Ya Rahman Ya Rahim…… aku mohon ampun ……..
Aku mohon ampun padaMu ya Allah ……….
Hapuslah kesombongan dalam hatiku ini. Singkirkan kebodohanku ini. Kuatkanlah hati ini untuk membawa diri melangkah dan melangkah, terus berjalan menggapaimu Ya Allah….. Walau langkahku hanya sejengkal-sejengkal dan tertatih-tatih…… .

Kategori: jejak_jiwa
Tagged:

Lorong Waktuku

Maret 9, 2008 · 1 Komentar

lorong.jpg     Di suatu sore yang cerah mendadak hapeku menjerit. Eh… sejujurnya nggak menjerit ding, karena ring tone yang aku set adalah lagu kesukaanku yang dimainin melalui dentingan lembut pianonya si Om Richard Clayderman , “L” for Love. Ah…, sungguh terdengar begitu membuai di kupingku. Tapi gak mau si hape kecapean, segeralah benda imut itu aku angkat, dan…. taraaaa….!!! Gak disangka dan gak diduga nun jauh disana yang terdengar adalah suara seseorang dari masa yang “sangat” lalu. Ibaratnya nih, kalo di buku-buku dongeng yang sering aku baca pada masa itu selalu dimulai dengan kalimat  “Pada djaman dahoeloe bla..bla..bla…” Ato, “Once upon a time bla..bla.. bla..”, ato mungkin sebagaimana dulu almarhum bapakku menceritakan dongeng sebelum tidurku yang seringkali dimulai dengan kalimat, “Naliko semono…….bla…bla…, dst”. Aaahh….., sungguh kalimat-kalimat standar namun selalu mampu untuk membuatku merasa terhibur dan sekali lagi terhibur, walaupun aku telah membacanya ato mendengarnya berulang-ulang kali.

Ya, dia adalah seorang teman yang pernah satu kelas di masa SMP dan satu SMA. Kira-kira kalo dihitung pakai kalkulator, itu adalah sekitar seperempat abad yang lalu !!!  Duh, betapa “dahoeloe”-nya… Ato, mungkin sebaliknya justru bisa dipahami seperti ini : duh Gusti, betapa tuanya aku sekarang. Weitsss…. menyadarkanku pada kenyataan yang sejati. He..he…he…

Setelah ngobrol ngalor ngidul sekitar kenangan-kenangan masa kecil, terungkaplah (huh…berat banget yak…) ternyata para sobat masa lalu itu tetep menjalin komunikasi di dunia maya ini. Surprising me …. Ya betul, mereka bikin satu milis yang bisa menyatukan semuanya. Ck..ck..ck… Itulah kehebatan teknologi. Sampe sekarangpun aku gak mudeng bagaimana manusia sekarang begitu canggih dan ilmiah. Setahuku sejak jaman dulupun sudah dikenal beberapa manusia “super” (tentunya bukan superman) yang bisa saling berkomunikasi dengan jarak jauh melalui telepatinya. Namun pada waktu itu rasanya mereka melakukannya tanpa ada satu analisa ilmiah melalui hitungan-hitungan yang rumit. Ah, ya sudahlah…., kok malah jadi bikin rumit sendiri ?

Singkat kata, dengan ketidaksabaran tentunya, aku segera berselancar menuju milis itu dan pastinya langsung melamar untuk bisa join disitu. Dan setelah aku berhasil masuk ke dalamnya, yang seketika aku ingat adalah si tokoh komik Doraemon. Ya, kucing robot yang datang dari masa depan dan kaya dengan segala peralatan canggihnya itu mampu membawa si Nobita untuk menjelajah masa lalu melalui lorong waktunya. Bener banget, aku seperti memasuki satu dunia yang bagiku sudah hanya sebagai kenangan tapi nyatanya aku bisa masuk kedalamnya. Haii…siapapun kalian yang menciptakan komputer dan berbagai tetek bengeknya, aku really-really amazed !!. 

Akhirnya aku bertemu dengan banyak teman yang syukur alhamdulillah ternyata masih banyak yang mengingatku. Bener-bener keajaiban. Bagaimana tidak, disisi lain ternyata aku harus menggali memoriku untuk bisa mengingat kembali semuanya dengan baik. Sorry temans, bukan aku melupakan tapi ini sekedar ingatanku yang mulai melemah dimakan usia (loh…kok mereka nggak ya ??…padahal kan umurnya sama ….!!!). Tapi jujur, lorong waktuku ini sukses membuatku (kayaknya akan lebih tepat kalo ditambah kata merasa) seperempat abad lebih muda  (oo- yeaahh…???) walopun tanpa  menggunakan segala macam perabotan masa kini seperti vitamin E, kolagen, suntik botox, minyak bulus, atopun operasi plastik sekalipun. He..he…

Pada teman-teman disana aku ngucapin terima kasih , sudah menerimaku untuk kembali bisa bersilaturahmi, dan untuk om Pungky — untung bukan Pongky-nya Jikustik, karena bisa-bisa aku panggil Om_Pong, he..he…— tengkyu banget udah ngasih aku pintu lorong waktu. Dikau sungguh bentuk nyata dari Doraemon, he..he..he…

Dan selanjutnya, to all gladiola, seperti kata Tukul Arwana dalam salah satu iklan mie instan di TV yang mengatakan, “ I’ll be BACCKKK…!!!”.

Kategori: jejak_sahabat
Tagged:

Soto Bandung

Maret 9, 2008 · Tidak ada Komentar

 

 

   
soto-bandung.jpg

 

 

 

 

 

Sejak pagi hujan turun dan langit gelap. Suasana kok rasanya dingin gitu ya…. Rasanya kok butuh sesuatu untuk menghangatkan.  Kebetulan juga hari ini aku harus menyiapkan acara di rumah, jadi otomatis aku harus atur2 waktuku. So, rasanya menu hari ini kudu sesuatu yang hangat tapi praktis n cepet bikinnya. Ahaa..!!! Seketika terlintas segarnya soto bandung yang dipadu dengan pedasnya sambal, pasti dijamin gak sekedar bisa bikin hangat tapi bakal hot betulan, he..he….  Berikut ini resep ala kadarnya dari laboratorium kulinerku.

 

Bahan :
daging sapi sandung lamur   ½ kg dipotong dadu
lobak     2 - 3 buah dipotong bulat tipis

air untuk kuahnya

 

Bumbu dihaluskan:
bawang merah
bawang putih
jahe

merica

garam

penyedap rasa

 

Bumbu lain :
sereh
daun salam

lengkuas
sedikit minyak untuk menumis

 

Pelengkap :
kedelai goreng   
daun bawang & seledri
bawang goreng
sambal rawit

 

Cara membuat :
Semua bumbu ditumis hingga wangi, kemudian dituang kedalam air yang sudah mendidih. Setelah itu masukkan daging sapi. Bubuhi garam dan penyedap rasa sesuai selera. Rebus hingga daging lunak. Setelah itu masukkan lobak dan tunggu hingga lobak masak. Dalam penyajian taburi kedelai goreng, daun bawang seledri, bawang goreng, dan sambal.

 

Tuuhhh… gampang dan cepet kan bikinnya…??? Tapi…, sorry banget, untuk bumbu2 gak pakai takaran persisnya, karena seperti biasa kalo aku masak sekedar mengandalkan blink sensitivity, gak ilmiah. Namanya juga laboratorium, pake trial & error. He..he…

Kategori: daging sapi

Assalamu’alaikum wr.wb

Maret 6, 2008 · 3 Komentar

salam.jpg

Jum’at, 7 Maret 2008

Blog ini awalnya dibuat nggak terencana. Lho, kok bisa? Iya, begini ceritanya. Minggu lalu ndilalah, anakku yang gede si Dita nanya, “Ma, bikin blog gimana sih?”. Nah lo……….. Lha ibunya ini kan termasuk bagian dari kaum yang gaptek.  Tapi eniwei, terima kasih anakku. Engkau telah membuka pikiran ibumu yang jadoel ini untuk nggak takut mencoba belajar hal baru. Terkadang tanpa kita sadari, sebenarnya kalo mau jujur, kita justru banyak belajar dari anak-anak, dimana pikiran dan daya imajinasi mereka bisa mendorong mereka untuk melakukan dan bereksperimen tentang segalanya tanpa diikuti dengan berbagai pikiran dan mungkin kekhawatiran tentang banyak hal seperti layaknya orang dewasa. Tentunya dengan keadaan seperti itu mereka tetap memerlukan bimbingan orang tua (kalo acara di tv statusnya BO, gitu lah…!)

Selanjutnya dari situ muncullah dorongan untuk pengin tau, gimana sih cara mbuatnya. Iya ya, kenapa gak dicoba? Begitu pikirku waktu itu. Akhirnya seharian itu sampe besoknya aku sama anakku sibuk googling nyari panduan bikin blog. Dan tau nggak? Yang ada papanya si Dita langsung bilang gini, “Ehm…ehm… (dengan suara keras)…. wah…bisa2 speedy kita bulan ini jebol nih, ma…” He..he… Tapi alhamdulillah, akhirnya blog ini jadi juga, walaupun masih dalam tahap under-construction (cieee….).

Blog ini dibuat sebenernya hanya sebagai catatan jejak-jejak langkah dalam meniti kehidupan saja. Tanpa maksud untuk lebih dari itu. Dan kalopun ada curhatnya atopun buah pikiran dan komentar yang muncul dari tulisan-tulisan disini tentunya hanyalah yang keluar dari seorang ibu rumah tangga yang awam lengkap dengan berbagai keterbatasan. Dan kalaupun mungkin ternyata di dalamnya terselip hal-hal yang bermanfaat yang bisa didapat dari sana, wooww…. itu diluar dugaan dan tentunya syukur Alhamdulillah dong. Dan satu hal lagi, semoga blog ini mampu mendorongku untuk terbiasa menulis sekaligus belajar banyak hal dari sana.

Akhir kata, aku mo ngucapin terima kasih untuk yang udah berkunjung ke blogku ini.

Wassalam

Kategori: jejak_keseharian
Tagged: