Masukan dari November 2008

Sate pisang yang model begini ini asli Magelang. Kata orang sih, di seluruh dunia ini kalo mau dicari ya adanya cuma di Magelang. Hehhe….. Tapi kalo kita bikin sendiri, ya tentunya bisa dimana aja yaa….. tergantung ada dimana dapur kita, heheh….
Bahan :
Pisang tanduk yang tua 2 buah
Santan kental +/- 100 cc
Garam sedikit
Gula sedikit
Daun pandan 1 lembar
Vanili sedikit
Tepung beras sedikit (untuk mengentalkan santan)
Tusuk sate 8 buah
Membuat :
Pisang tanduk dipotong sedang dan kemudian dibuat sate. Kukus hingga matang. Santan kental direbus dengan api kecil, tambahkan daun pandan, garam,. gula, dan sedikit vanilla. Diaduk pelan2 biar tidak pecah. Bila sudah wangi dan mendidih, kentalkan dengan tepung beras yang sudah dilarutkan. Didihkan kembali. Terakhir siramkan saus santan pada sate pisang. Sajikan.
Kategori: kue & makanan ringan lain

Bagi yang pernah bepergian ke Magelang pasti kenal sama tahu pojok, yaitu tahu digoreng dan dibumbui kacang dengan asesoris sayuran. Kalo gak salah nama makanannya kupat tahu (disajikan dengan kupat), tapi karena warungnya ada di pojokan makanya dinamainya tahu pojok. Kalo pas lebaran tempat ini selalu dipenuhi para pelanggan lama dari berbagai kota. Kali ini aku buat dengan tambahan telur, hingga selintas mirip2 sama tahu telur Surabaya, tapi tentunya berbeda rasanya.
Bahan :
Tahu cina besar ½ potong
Telur ayam 2 butir
Kol 1 genggam
Toge 1 genggam
Daun seledri 1 tangkai (untuk taburan)
Kacang goreng 1 – 2 sdm
Bawang putih goreng 3 siung
Cabe rawit merah 1 – 2 buah
Bawang merah goreng secukupnya
Kecap manis secukupnya
Air asam secukupnya
Garam secukupnya
Bumbu penyedap secukupnya
Gula merah secukupnya
Air matang secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Membuat :
Tahu cina dipotong dadu. Telur dikocok lepas dibumbui garam dan bumbu penyedap. Campurkan dengan tahunya, aduk rata, kemudian digoreng dengan sedikit minyak hingga matang. Sayur2an diseduh dengan air panas hingga layu. Sisihkan. Selanjutnya, bawang putih yang sudah digoreng, cabe rawit, garam, gula merah diuleg halus, tambahkan kacang goreng diuleg kasar. Kemudian ditambah air asam, kecap manis, dan bila perlu tambahkan sedikit bumbu penyedap. Tambahkan air matang secukupnya (kuah kacang ini encer, nggak kental seperti bumbu pecel).
Penyajian :
Tahu telur diletakkan dalam piring, ditaburi sayuran yang sudah diseduh, dituang kuah kacang, dan selanjutnya ditaburi daun seledri iris dan bawang merah goreng. Bila mau boleh juga dimakan dengan kupat ataupun lontong
Kategori: tahu & tempe
Resep ini hasil uji coba karena sebelumnya sangat terkesan waktu nyobain mi kangkung si Jangkung yang kesohor di daerah Petak Sembilan – Glodok sana. Critanya waktu itu napak tilas perjalanan wiskulnya Pak Bondan di sana, dan dari beberapa makanan yang udah dicobain ternyata yang paling maknyus di mulutku ya mi kangkung itu.
Bahan :
Mie basah (untuk mi ayam) 4 buah
Ayam ½ ekor
Jamur champignon 5 butir
Kangkung 2 ikat
Toge 1 mangkuk
Ebi 1 – 2 sdm
Bawang putih 5 siung
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Saus tiram secukupnya
Minyak wijen 1 sdm
Kecap manis secukupnya
Minyak goreng secukupnya (untuk menumis)
Tepung maizena secukupnya (untuk mengentalkan kuahnya)
Air secukupnya
Jeruk limo
Membuat :
Ayam direbus dalam air hingga matang. Sisihkan kaldunya. Kemudian ayam dipotong dadu, demikian juga dengan jamur. Ebi direndam terlebih dahulu dalam air panas. Selanjutnya tumis bawang putih yang sudah digeprek hingga wangi, masukkan ayam dan ebinya, taburi garam dan merica. Setelah bumbu meresap tambahkan jamur dan saus tiram. Bila semua sudah matang tuang kaldu ke dalamnya dan ditambahkan kecap manis. Kalau perlu tambahkan air lagi ya. Setelah mendidih kuah dikentalkan dengan maizena yang sudah dilarutkan (jangan terlalu kental) dan biarkan mendidih sekali lagi. Terakhir tambahkan minyak wijen kedalamnya.
Penyajian :
Mi basah, kangkung, dan toge diseduh dan ditata dalam mangkuk. Siram dengan kuah tadi. Kucurin dengan air jeruk limo. Sajikan dengan sambal cabe rawit.
Kategori: sarapan

Hahaha…. Ini dia salad yang pernah tumpah waktu puasa lalu. Gara-gara itu pula akhirnya aku dapet oleh-oleh puding sewaktu Niti pulang sekolah. Aahh…. jadi geli campur terharu kalo inget lagi.
Sekarang kita coba aja yuk, bikin salad buah ini. Gampang banget kok, tinggal dicampur-campur, palingan 15 menit juga dah jadi. Dan yang pasti sehat, karena banyak mengandung serat plus prebiotik yang membantu pencernaan (sssttt….bukan ngiklan lho ini…cuma kalo pihak produsen tahu aku bikin salad model begini, mereka kudu bayar royalty ke aku…hehehhe….)
Bahan :
Buah-buahan dipotong dadu (sesuka hati, mis : apel, pir, anggur, mangga, nanas, strawberry, apa aja deh….)
Kelapa muda dikerok tipis dan dipotong2 panjang
Nata de coco secukupnya
Activia 2 cup – aku pakai yang rasa strawberry (boleh juga diganti rasa lain sesuka selera)
Susu kental manis 1 – 2 sdm
Keju cheddar diparut
Daun mint beberapa tangkai
Membuat :
Buah-buahan, kelapa muda, dan nata de coco dicampur dalam satu wadah. Kemudian activia dicampur bersama susu kental manis. Keduanya dicampur rata, tambahkan daun mint (wuiihh…..enak lho pakai daun mint). Taburi keju parut. Sajikan dingin.
Tuh…super duper gampill kan……….
note : aku pakai activia karena lebih kental dibanding yoghurt biasa
Kategori: puding & minuman
Secara bertubi-tubi hapeku memberitahukan akan adanya reuni akbar dari Ficorinvest, sebuah bank milik bank sentral yang ikut tergulung ombak krismon di tahun 1999. Pesan berantai itu datang dari beberapa teman, dan untuk ke sekian kalinya aku ingin pastikan kedatanganku di acara itu.
Hari Sabtu pagi Santi udah nyamperin ke rumah untuk berangkat bareng. Dialah teman seperjalananku selama beberapa lama pada waktu itu. Ya teman berangkat kantor, ya sekaligus pulangnya tentu. Wah…udah lama juga gak ketemu dia. Sekarang dia terlihat lebih dewasa dibanding waktu itu. Tapi ketawanya masih serenyah dulu. Hahha….
Gak buang2 waktu, segera aja aku berdua menuju Safari Café. Sampai di sana…waaaahhhh…… ternyata banyak wajah2 founder yang belum aku kenal sebelumnya. Tapi gak papa lah. Aku segera melangkah ke bapak2 direksi yang udah lenggah duluan. Setelah memberi salam baru aku tengok-tengok ke meja lain..eh… dari kejauhan tiba-tiba ada yang memanggil aku. Woouuww…. ternyata Mbak Alma, Mbak Luki, Teted, ahahha… ada juga Darsih, Wati, Dian, Sonya, dan masih beberapa yang lain. Wah…lumayan banyaklah….Kenapa aku gak liat dari tadi yaa??? Aduuhh…senengnya ketemu mereka. Kangeeennn banget rasanya. Seketika suasana hatiku jadi ceria (ih..tadinya sedikit clingak-clinguk emang…!!). Langsung deh cerita2 masa lalu mengalir.
Di kantor itu aku termasuk karyawan bontot. Gak lama setelah aku masuk di tahun 1997, badai ekonomi melanda. Padahal pada saat-saat awal, Ficorinvest adalah perusahaan yang kuat hingga mampu memberikan kesejahteraan yang baik untuk karyawannya. Tapi, nyatanya badai krismon gak tertahankan. Dan akhirnya tahun 1999 kantorku gak bisa dipertahankan. Di masa-masa sulit itulah aku menjadi bagian di dalamnya. Dan puncak dari semua itu terjadi di akhir tahun 98 hingga awal tahun 99 dimana perusahaan harus melalui berbagai ujian dan harus mengajukan berbagai rencana penyelamatan ke bank sentral. Dan ternyata aku menjadi bagian kecil dari semua itu. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu “tim penyelamatan” berusaha siang malam. Bukan hal yang aneh pada waktu itu kalopun harus menginap di kantor. Pada saat karyawan lain baru mulai berdatangan keesokan harinya justru menjadi saat-saat dimana kami baru mulai berbenah pulang. Dan setelah istirahat sebentar di rumah, tugas selanjutnya sudah kembali menunggu. Aduuh…kalo inget semua itu….sungguh luar biasa. Bahkan untuk menahan suhu dingin AC ruangan di tengah malam sering sekali aku dan Mbak Alma harus sambil “sarungan” untuk melapisi blazer kami.
Tapi apapun yang sudah dilakukan waktu itu ternyata nggak sanggup melawan takdir. Pada saat pemerintah mengumumkan bahwa Ficorinvest termasuk bank yang dibekukan aahh…. rasanya ada yang seketika hilang dari sebagian hidup kami. Pada waktu itu kami langsung berpeluk-pelukan sambil melepaskan tangis atas beban yang memuncak.
Tapi itulah masa lau. Masa-masa sulit yang kami lewati ternyata tetap menjadi bagian indah untuk diingat. Menjadi indah karena toh…akhirnya itu semua menjadi masa lalu dan menjadi bagian dari mozaik kehidupan.
Dan disanalah kami semua dipertemukan. Antara para founder jaman keemasan hingga last warriors.
Kategori: jejak_keseharian