Masukan dari Januari 2009

Semua pasti udah pada tau and pernah ngerasain makanan yang satu ini. Tapi daripada beli (mahalll…!! hihihi…) mendingan bikin sendiri. Hahha….biasalah….ibu-ibu maunya ngirit….
Tapi yang pasti kalo bikin sendiri kan lebih terjaga kebersihannya, dan terlebih lagi keluarga pun lebih seneng kok kalo ibunya yang mbuatin. Bener deh…..
Bahan :
Spaghetti 1 bungkus ukuran kecil
Daging sapi giling ¼ kg
Jamur champignon 1 mangkuk kecil (dipotong kecil)
Bawang bombay 1 buah (dirajang)
Saus tomat +/- 1 botol kecil
Air secukupnya
Tepung maizena secukupnya
Garam secukupnya
Bumbu penyedap secukupnya
Gula secukupnya
Merica secukupnya
Minyak goreng untuk menumis
Keju parut untuk taburan
Membuat :
Tumis bawang bombay dalam minyak hingga wangi. Masukkan daging cincang, tambahkan garam, bumbu penyedap, dan merica. Masak hingga matang. Masukkan jamur. Tumis kembali hingga jamur matang. Tambahkan air, saus tomat, dan gula. Masak higga mendidih. Masukkan tepung maizena yang sudah dilarutkan untuk mengentalkan. Tunggu hingga mendidih baru matikan api.
Rebus spaghetti dalam air yang sudah ditambahkan minyak goreng (agar tidak lengket). Tambahkan sedikit garam ke dalamnya.
Penyajian :
Taruh spaghetti rebus di piring, siram dengan saus daging, dan taburi dengan parutan keju. Tambahkan sambel botol bila suka pedas.
Kategori: nasi_mie_dan pasta

Resep ini diadopsi dari acara “gula-gula”nya Om Bara Patirajawane di TV. Dasarnya emang paling gak tahan kalo ngeliat makanan jenis panggang-panggang kayak beginian….. pasti di kepala langsung cling…cling….gitu !!. Mana bahannya gampang banget lagi. Maksudnya gampang : pas punya !! hehehe….
…nggak ding….Pastinya ibu2 yang lain di rumahnya juga selalu sedia yang namanya mie instant, susu, keju…kaaan…… Nah, tinggal bayemnya aja tuh, cari di tukang sayur. Praktis and menyehatkan buat sarapan.
Bahan :
Mie instant 2 bungkus
Telur 3 butir
Susu +/- 750 cc
Bayam 1 ikat
Bawang Bombay ½ butir (ini aku tambahin sendiri)
Daging asap 3 lembar (boleh aja kalo diganti sosis)
Garam secukupnya
Bumbu penyedap rasa kaldu sapi secukupnya
Merica secukupnya
Pala bubuk secukupnya
Bawang putih bubuk secukupnya
Keju 100 gr
Roti tawar 1 lembar
Margarine untuk mengoles
Membuat :
Mie instant direbus, sisihkan. Bayam dan bawang bombay dicacah, campurkan dengan daging asap yang dipotong kecil2, sisihkan. Telur dikocok lepas, tambahkan garam, bumbu penyedap, merica, pala, dan bawang putih bubuk. Masukkan susu, aduk rata. Susun ½ mie instan di pinggan yang sudah dioles margarin, kemudian taruh campuran bayam di atasnya, taburi keju parut, dan tutup kembali dengan sisa mi instant. (bisa aja dibuat berlapis-lapis). Siram dengan larutan susu telur, biarkan hingga susu turun dan merata hingga memenuhi seluruh sudut pinggan. Taburi kembali dengan sisa keju. Terakhir beri taburan roti tawar yang sudah dipotong dadu sebagai toppingnya. Panggang hingga matang kecoklatan. Sajikan dengan sambal botol.
Kategori: nasi_mie_dan pasta · sarapan

Dessert ini aku buat pas di hari ibu 22 Desember 2008 lalu. Critanya sih, buat sesuatu yang spesial untuk keluarga (tapi sejujurnya hanya memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah aja ding, hehehe…..). Kebetulan di kulkas masih ada roti tawar yang aku simpan (daripada gak abis trus jamuran mending taroh di kulkas kan…biar aja jadi kerasss…….:)). Terus setelah mengecek bahan lain yang tersimpan di lemari…jadi deh…..punya ide bikin puding roti ini……..
Bahan :
Roti tawar 2 lembar
Telur ayam 2 butir
Susu +/- ½ l
Gula pasir secukupnya
Jeruk mandarin ½ kaleng
Bubuk kayu manis secukupnya
Margarine untuk mengoles
Membuat :
Telur dikocok lepas, tambahkan air jeruk, sedikit tambahan gula, dan susu kemudian aduk rata. Roti tawar dipotong dadu kemudian direndam dalam susu +/- 1 jam hingga susu benar-benar meresap ke dalam roti. Olesi wadah dengan margarine, kemudian tuang adonan ke dalamnya. Tambahkan jeruk mandarin di atasnya dan kemudian ditaburi dengan bubuk kayu manis. Panggang hingga matang.
Kategori: kue & makanan ringan lain

Bingung juga mo masak apaan. Biasanya udah mulai menuju akhir bulan gini kudu pinter2 ngatur menu, gimana caranya bisa murah tapi tetep bergizi (hehehhe…. ketauan deh…”perbekalan” udah mulai menipis… J ). Nah, begitu ngeliat stok di gerobak si Yuk tukang sayur langsung aja kepikiran buat bikin menu ini, bisa dibilang lauk tapi juga sekaligus sayur (hihihi…maksa yak…. J), tanpa santan jadinya rasanya lebih segar. Tinggal ditambah kerupuk….jadi deh…buat lauk akhir bulan. Murah….mudah….bergizi pulak…!!
Bahan ;
Udang kupas ¼ kg
Telur puyuh 10 butir (setelah direbus digoreng)
Tempe +/- ukuran 5×5 cm (potong dadu)
Kapri 1 mangkok kecil
Pete 1 papan
Rawit merah 10 buah
Tomat ½ buah
Bawang putih 3 siung
Bawang merah 3 siung
Daun salam 2 lembar
Garam secukupnya
Bumbu penyedap rasa kaldu secukupnya
Gula pasir secukupnya
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Membuat :
Bawang putih digeprek dan dicincang, bawang merah diiris halus, kemudian keduanya ditumis bersama daun salam hingga tercium aroma wangi. Masukkan tempe, tambahkan air. Masukkan garam, bumbu penyedap, dan gula hingga mencapai rasa yang pas. Bila bumbu kira-kira sudah meresap, masukkan udang. Masak hingga berubah warna (jangan terlalu lama supaya masih manis dan tidak keras). Terakhir masukkan tomat, telur puyuh, pete, kapri, dan rawit merah. Biarkan sebentar hingga cukup matang, angkat dari kompor.
Sajikan dengan nasi anget dan krupuk buat hiburan (hahahahha.…. J)
Kategori: ikan dkk
dikutip dari www.detikInet.com
Sabtu, 17/01/2009 14:14 WIB
Ardhi Suryadhi – detikinet
Jakarta – Indonesia tak selalu kalah jika harus bersaing dengan negara maju macam Jerman, Italia dan Prancis. Buktinya, di ranah blog WordPress, negara kita bisa mengalahkan ketiga negara Eropa tersebut.
Kedigdayaan Indonesia ini dilihat dari bahasa yang tersebar di layanan blog WordPress. Menurut data terakhir per Desember 2008, bahasa Indonesia digunakan oleh 5% blog di WordPress. Sementara blog berbahasa Jerman, Perancis dan Italia masing-masing hanya digunakan tak lebih dari 2%.
“Ada sekitar 300 ribu blog yang mengunakan bahasa Indonesia di WordPress. Namun itu bisa saja pemilik blog tersebut tak berada di Indonesia,” ujar perintis WordPress Matt Mullenweg kepada wartawan dalam konferensi pers WordCamp Indonesia 2009 di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta
Lalu bahasa apa yang paling populer di ranah WordPress? Tentu saja masih bahasa Inggris. Bahasa ini masih menjadi pilihan utama blogger di WordPress dengan digunakan sekitar 66% blog, lalu diikuti Spanyol dengan 8%.
Di antara negara-negara pengakses WordPress.com, Indonesia memang merupakan negara yang memiliki trafik tertinggi dibanding negara lain. WordPress.com tercatat menduduki peringkat ke-8 terbesar jumlah pengaksesnya dibandingkan situs lain di Indonesia.
“Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan blog WordPress tercepat kedua,” tandas Mullenweg.
( ash / ash )
Kategori: jejak_keseharian