My Flashy Girl

Posted: Maret 21, 2008 in jejak_keluarga

candya-pradipta.jpg

 

Namanya Candya Pradipta. Tapi anakku yang pertama ini selalu saja cemberut kalo kupanggil Candya, padahal itu nama yang indah kannn ??. Dia memang lebih suka kalau dipanggil Dita. Mungkin karena udah terbiasa dengan panggilan itu kali ya, jadi seolah-olah Candya adalah seseorang yang bukan dirinya. He.he..

Terlahir di Jakarta tanggal 6 Juli 1993, bagiku Dita adalah sesuatu yang nggak terbayang sebelumnya namun nyata. Ahh…yaaa…. mungkin memang seperti itu perasaan seluruh ibu di dunia ini ketika melahirkan anak pertama. Dan anakku itu kuberi nama Candya Pradipta yang berarti ciptaan yang kemilau. Kami orang tuanya memang berharap dia akan menjadi manusia yang berkilau karena ilmu maupun ibadahnya. Amiinnn…

Kata almarhumah neneknya dulu, Dita memiliki tatapan yang cerdas. Gak tau juga deh, tapi  ketika bayi di waktu papanya dateng setiap akhir minggu (waktu itu papanya masih tugas di luar kota), selalu aja ada kemajuan pesat yang dia pertontonkan untuk papanya itu.  Pertumbuhannya memang lebih cepat dari rata2 (ini sih kalo ukuran rata2 memang sesuai dengan buku tentang pertumbuhan bayi yang aku baca ya…, soalnya jujur memang aku belum pernah bikin survey tentang pertumbuhan rata2 bayi –> ngaku :)).

Tapi ya begitulah, saking semuanya mungkin maunya cepet, sampe besar pun sepertinya terbawa sehingga enggak perlu heran lagi kalo dia lewat seringkali terdengar suara yang seolah-olah menjadi “bayangannya” ….. gedubrakk …. krompyannggg …. jedugg ….. pyyaarrrr…. huaaa mamaaaa….!!!!  He…he…, begitulah anakku…. Kadang nabrak pintu, kadang nyenggol gelas, kadang nyerempet kursi, tapi nggak jarang pula adiknyalah yang jadi korban. Yang ada akhirnya suaraku yang kemudian menjadi echo dari apa yang terjadi di rumah “ Ditaaaaaaaa………ati-atiiiiiiiiii…. !!!!” (pastinya dengan suara melengking !!). Yaa… begitulah suasana rumahku, aku begitu aktif berpartisipasi menyemarakkan suasana dengan suaraku yang sopran. Tapi untunglah kejadian heboh seperti itu semakin berkurang pada saat ini. Yang pasti dalam segala hal “kalau dia mau” pasti akan dilakukan secepat kilat. He..he… memang dengan catatan kalau dia mau….

Dita ini dalam kesehariannya selalu memakai celana pendek ataupun panjang. Rasanya hampir nggak sekalipun dia mengenakan rok, kecuali hanya seragam sekolahnya saja. Pernah aku belikan rok beberapa kali tapi yang ada selalu pertengkaran yang terjadi karena si anak tetep gak mau pakai rok, sementara mamanya maksa. He..he.., jadi inget, pernah beberapa tahun lalu tiba-tiba Dita minta dibeliin rok bawahan jins. Aduuuhhh…betapa senangnya aku… Tapi apa yang kemudian terjadi? Rok itu hanya dipakai satu kali karena akhirnya dia merasa nggak bisa bebas bergerak. Ah…ya sudahlah…sekarang aku nggak pernah memaksanya lagi. Bagiku dia berdandan tanpa rok pun bisa tetap terlihat cantik.

Dalam masa pertumbuhannya banyak hal-hal yang membanggakan pada dirinya. Pada usia 9 ½ bulan Dita udah bisa jalan, dan sudah nggak ngompol. Anakku ini cerdas (ya memang begitu, semua ibu selalu mengaku anak-anaknya cerdas, kan ?? He..he…). Pada usia 2 ½ tahun Dita sudah pandai bernyanyi bahkan suka sekali mendongeng tokoh si Kancil (terbalik ya… ini anaknya yang suka mendongengi mamanya). Wajah dan tingkahnya pun lucu sekali sehingga selalu menghibur hati nenek sama akungnya yang waktu itu sedang sakit. Bahkan tantenya pun seringkali terpingkal-pingkal melihat tingkah lakunya. Namanya selalu berada di jajaran atas ranking di kelas. Dia pun pandai menggambar dan punya ketertarikan yang lebih di bidang grafis. Anak ini tumbuh menjadi anak yang sangat rasional (ahaa… yang ini kayak papanya bangeth !!). Bahkan kadang kala aku begitu dikejutkan karena dengan kerasionalannya (eh.. ada gak kata ini ya ?) dia bisa saja berubah menjadi sosok yang lebih dewasa daripada mamanya sendiri, he..he…he…

Namun tentunya ada juga masa-masa dalam pertumbuhannya yang membuat aku harus mengelus dada. Mungkin memang begitulah, pada waktu Dita tumbuh menjelang remaja, aduuuhhh…. sepertinya tiada hari tanpa melihat dia ngambek dan uring-uringan. Kelakuannya entah kenapa pada waktu itu sering sekali bikin jengkel. Tapi untunglah hal itu sudah berlalu. Secara umum sih Dita bukan anak yang menyulitkan bagi kami orangtuanya. Syukur Alhamdulillah…..  Semoga demikian yang terjadi selanjutnya.

Aku dan papanya sangat berharap Dita menjadi anak yang “berkilau” karena ilmu yang bermanfaat, dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dan tentunya, yang ini sangat-sangat menjadi harapan kami, dia juga menjadi anak sholehah. Aduhh…. senangnya mempunyai anak yang sholehah dan cerdas, karena tentunya bisa membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan, bukan saja bagi dirinya sendiri, namun juga bagi orang tua dan banyak orang di sekelilingnya. Amin Ya Allah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s