Putaran Hidup

Posted: April 22, 2008 in jejak_jiwa

Sebuah diskusi di sebuah milis yang aku ikuti sedang hangat membahas bagaimana orang tua cukup dipusingkan dengan urusan sekolah yang mahal. Berangkat dari membaca beberapa postingan itu yang kemudian melintas di kepalaku justru hal yang mungkin “bergeser”  dari topik itu. Aku jadi melihat pada diriku sendiri dan sampai pada satu kesimpulan umum bahwa “tujuan akhir” sekolah adalah supaya bisa menyekolahkan anak. Mungkin banyak orang tua juga berpikiran seperti itu. Rasanya itu pula yang dilakukan bapakku, beliau sekolah supaya bisa menyekolahkanku & saudara2ku. Aku inget pesen (almarhum) kedua orang tuaku: “wis…bapak ra iso maringi opo2, sing penting iso nyekolahke“. –– “sudah…, bapak nggak bisa ngasih apa2, yang penting bisa menyekolahkan“. Dengan sekolah kita bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan rejeki yang kita peroleh dari hasil jerih payah bersekolah kita “kembalikan” buat menyekolahkan anak lagi. Sekolah adalah proses belajar. Belajar untuk hidup. Dan kalo dirunut ke belakang, sejak jaman nenek moyang kita, bahkan sejak Adam manusia pertama, juga melakukan hal yang sama. Intinya adalah manusia hidup untuk mengajarkan tentang hidup kepada anaknya. Semua nggak terkecuali, bahkan binatang pun juga mengajarkan tentang hidup kepada anaknya.
 
Bagiku itu seolah sebagai proses pengulangan. Itu nampak seperti sebuah siklus yang selalu berulang. History repeat itself. Sejarah selalu berulang. Dan itu seperti sebuah siklus. Siklus kehidupan. Hidup adalah putaran-putaran.
 
Aku berusaha untuk mencari putaran-putaran lain. Planet2 di jagad raya memutari mataharinya. Satelit memutari planetnya. Planet berputar pada sumbunya. Semua berputar. Bahkan hidup ini pun berputar, katanya seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Bahkan dalam hidup sehari-hari kita pun seperti melintasi putaran. Pagi2 bangun dan mulai dengan segala aktifitas dan hiruk pikuk kesibukan dan baru terhenti sesaat pada malam hari dengan kita tidur yang seolah2 itu adalah sebuah jeda, dan selama nafas masih ada, pasti hal yang sama akan terjadi lagi keesokan harinya. Nggak yang di rumah nggak yang di kantor, dan nggak pula yang di jalanan, semuanya sama saja. Teruuusss.. terjadi seperti itu setiap hari. Bahkan sampai ada yang merasa hidupnya seperti robot karena sudah “disetel” polanya. Dan pengulangan itu terwakilkan dengan jam dinding di kamarku yang selalu berputar melintasi angka 1 – 12, begitu seterusnya. Dan bila satu generasi dianggap sebagai melakukan satu putaran, maka putaran berikutnya akan dilakukan oleh generasi selanjutnya.

Bahkan aku juga melihat putaran2 lain dalam ibadah. Dalam shalat, 1 rakaat identik dengan satu putaran. Dalam puasa ramadhan, satu putaran diawali dengan sahur dan diakhiri dengan berbuka. Dalam zakat kita juga berhadapan dengan putaran atau siklus yang berkaitan dengan waktu. Bahkan dalam kita menjalankan ibadah haji pun, kita juga melakukan putaran-putaran pada saat melakukan thawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebagai poros.

Sebagaimana sebuah putaran layaknya memiliki sebuah poros, yang seolah sebagai satu kekuatan seperti kekuatan gravitasi. Pasti ada satu poros yang demikian dahsyat yang mampu menggerakkan seluruh perputaran di alam semesta berikut segala isi di dalamnya ini. Tidak ada sesuatu yang lain yang menempati posisi yang demikian Maha-nya itu melainkan hanya Alloh swt. Apapun yang terjadi dan yang dilakukan manusia, yang seolah2 nampak seperti kita melakukan banyak hal dan juga mengalami banyak kejadian, itu hanyalah pernak-pernik dunia, fatamorgana, karena sebenarnya intinya kita hanya melakukan putaran2 dengan berporos pada Sang Pencipta. The Center of Life .

Kalau putaran2 yang dilakukan planet dan segala macam benda langit dimaknai sebagai semesta yang selalu bertasbih mengagungkan nama-Mu Ya Alloh….., maka setiap putaran yang aku lalui sungguh amatlah indah bila dapat terwujud sebagai dzikrullah yang tiada henti untuk mengagungkan asma-Mu.

Subhanallah…..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s