WAKTU

Posted: Juli 25, 2008 in jejak_jiwa

 

sudah dua kali perpanjangan waktu

sekarang saatnya

untuk membaca

menyiapkan

dan menghadapi

 

Penggalan kalimat itu seketika menghentakkanku. Kalimat yang aku tulis lebih dari 5 tahun yang lalu. Kalimat yang sewaktu menulisnya batinku dipenuhi dengan kesadaran akan satu hal yang mendalam, namun kemudian perlahan-lahan luntur oleh waktu. Aneh sekali, apa yang aku tulis saat itu sebetulnya mengatakan tentang waktu namun justru kesadaran itu juga terkikis oleh waktu. Namun mungkin itulah rahmat yang diberikan Allah kepadaku. Satu cara indah mengingatkanku sehingga dengan “tanpa sengaja” aku seperti dilaundry dengan diberi kesempatan oleh-Nya pada saat membacanya kembali.

 

Yaa…

Waktu adalah salah satu ciptaan Allah swt yang sungguh dahsyat. Bahkan tak habis-habis aku mengagumi ciptaan-Nya ini. Bagaimana tidak ?? Aku coba membayangkan bagaimana kedahsyatan kata yang beranggotakan 5 huruf itu. Pernah suatu saat seorang sahabatku curhat kepadaku menceritakan bagaimana dia begitu menyesal pernah menyakiti orang yang dia sayangi, yaitu pasangan hidupnya sendiri. Walaupun sudah memohon maaf dan mencoba untuk memperbaiki segala sesuatunya tetap saja hatinya diliputi oleh perasaan bersalahnya. Pada saat itu aku katakan padanya bahwa WAKTU akan mampu mengobati segalanya.

 

Hahh… aku mendadak dikagetkan dengan apa yang aku ucapkan sendiri. Entahlah, suatu kalimat yang aku ucapkan “sekedar” untuk menenangkan sahabatku itu justru membuatku terkejut dan tidak tenang. Aku berusaha merenung dan memaknai kalimat yang baru saja meluncur dari mulutku sendiri. Yaa… memang kadang2 kita tidak menyadari bahwa apa yang kita ucapkan secara spontan sebetulnya memiliki makna yang dalam dan menjadi cambuk buat diri kita sendiri. Dan itulah yang sedang terjadi padaku.

 

Waktu adalah kesempatan. Dengan waktu, segala kejadian bisa saja dapat terjadi, baik kejadian “sepele” seperti lembaran daun yang jatuh tertiup angin, maupun kejadian besar yang mampu merubah kehidupan. Dengan waktu, sebutir telur bisa menetas dan tumbuh menjadi anak ayam. Dengan waktu, sepucuk tunas bisa menghasilkan berkarung-karung buah. Dengan waktu, sebuah luka bisa mengering. Dengan waktu, seorang yang sakit dapat sembuh dengan berobat. Dengan waktu, seorang peneliti ilmiah bisa menguak tabir-tabir. Dengan waktu, seorang anak bisa belajar banyak hal dan mengasah seluruh potensinya. Dengan waktu, seorang ibu bisa menanamkan akhlak baik kepada anak-anaknya. Dengan waktu, seorang anak dapat berusaha untuk “membalas” ketidakterhinggaan kasih sayang kedua orang tua. Dengan waktu, seorang istri bisa memberi yang terbaik untuk suami dan keluarganya. Dengan waktu, kita bisa menikmati kehangatan keluarga. Bahkan dengan waktu, kita memiliki kesempatan untuk mengucapkan kata maaf. Dengan waktu pula kita bisa memiliki kesempatan untuk terus mendekat kepada Sang Maha Pemberi Rahmat, Allah Ta’ala.

 

Dan….waktu adalah umur. Bagaimana bila Allah menghapus salah satu nikmat-Nya yang bernama WAKTU. Takkan bisa kita dengar lagi derai tawa anak-anak kita. Takkan bisa lagi kita hadiahkan senyum manis kita untuk keluarga kita. Takkan bisa lagi kita bersihkan hati kita yang penuh debu. Bahkan, hanya untuk mengucapkan sepenggal kata maaf untuk orang-orang yang pernah kita sakiti pun takkan bisa lagi kita lakukan. Apalagi untuk membasahi jiwa kita yang kering dengan menyebut dan mengagungkan Asma-Nya……….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s