Mid Mad

Posted: Juli 26, 2008 in jejak_keseharian

Alhamdulillah……..

 

Pastinya hanya kata itu yang paling tepat aku ucapkan saat ini. Bagaimana nggak ? Berbagai hal yang penting harus dilalui dengan penuh ketegangan baik fisik maupun pikiran. Arrrggghhh…… mungkin begitu perasaanku waktu itu selama kurang lebih 3 bulan dalam tengah tahun 2008 ini.

 

Semuanya sih sebetulnya berkaitan dengan anak-anakku yang secara kebetulan harus mengikuti rangkaian ujian di sekolahnya. Si Dita yang besar kelas 3 SMP, si kecil Niti kelas 6 SD. Sejak bulan-bulan menjelang UN (ujian nasional) mereka sudah disibukkan dengan berbagai les tambahan, yaitu PM (pendalaman materi) di sekolah dan juga bimbelnya. Belum lagi aktifitas les yang lain yaitu ngaji dan les musik juga masih berjalan. Alhasil, setiap hari mereka baru pulang pada waktu maghrib. Sebetulnya hatiku nggak tega melihat mereka, namun mereka melaluinya tanpa berkeluh kesah. Sungguh membuat hatiku trenyuh melihat perjuangan mereka. Sering kali pada waktu adzan maghrib berkumandang aku duduk menunggu di teras depan rumah sekedar menunggu anakku yang belum pulang (terutama niti karena masih kecil). Dan pada saat anak-anak itu sudah terlihat di depan rumah hatiku berteriak memohon kepada Allah swt, “Ya Alloh, mohon berikanlah yang terbaik untuk anak-anakku atas semua usaha keras yang mereka lakukan ini….”. Ya…. Rasanya setiap ibu juga akan merasakan hal yang sama seperti aku yaa…. Satu bulan menjelang UN, yaitu bulan April, les musiknya aku stop sementara, namun les ngajinya tetap jalan. Aku berharap dengan tetap les mengaji anak2 akan bertambah dekat dengan Alloh.

 

Dan ketegangan pun dimulai…… Semuanya berlalu beriringan dengan jadwal yang sangat padat. Dimulai dengan ulangan semesteran, kemudian Dita UN, kemudian dilanjut Niti UASBN. Setelah itu semuanya melewati ujian sekolah, ujian praktek. Satu bulan penuh aku melihat anak2 berjuang dengan kerasnya. Dan yang aku lakukan pada ujian ini hanya men-support anak2 bahwa hal yang terus tetap dilakukan adalah usaha…usaha…dan usaha…… Mengenai hasil itu adalah urusan Alloh. Tentunya juga harus diringi doa kepada Alloh, dan aku juga mengingatkan supaya anak2 tidak melewatkan sholatnya. Rasanya batinku selalu dipenuhi permohonan kepada Alloh, supaya anak-anak diberi kekuatan dan diberi yang terbaik. Akupun juga memohon kekuatan untuk diriku sendiri.

 

Setelah semuanya terlewati, giliran Niti harus mengikuti tes masuk SMP Bekasi. Untuk SMP DKI belum berlangsung karena masih harus menunggu hasil NEM-nya. Saat-saat menunggu pengumuman hasil UN maupun UASBN tidak kalah menegangkan. Akupun mulai kena psikosomatis. He..he.. iyaa…. Maagku kambuh. Berhari-hari mual gak ilang-ilang. Dan akhirnya hari yang dinantipun tiba. Tanggal 23 Juni 08 pagi-pagi aku dating ke sekolah Niti untuk ikut melihat pengumuman. Dan …..alhamdulillah…. ketika amplop dibuka yang tertulis di surat adalah LULUS. Niti langsung berlari ke arahku sambil diiringi isakan tangis karena melepas ketegangan. Akupun nggak bisa menahan rasa haruku. Aku peluk Niti erat2….aku cium keningnya…..kemudian aku ajak Niti untuk sujud syukur bersama di mushola sekolah yang kebetulan dekat dengan tempat kami berdiri. Rasa syukurnya semakin terasa setelah tahu bahwa NEM anakku 25.65 untuk 3 mata pelajaran yang di-UASBN-kan. Mungkin memang tidak sangat istimewa, tapi bagiku itu hadiah yang istimewa.

 

Dalam perjalanan pulang ke rumah aku telpon Dita, dan ternyata dia belum menerima surat pengumuman kelulusannya. Memang kalau anak SMP pemberitahuan kelulusan dikirim via pos. Sesampainya di rumah Dita cerita kalau teman-temannya banyak yang sudah menerimanya. Aku coba tenangkan anakku, dan membujuknya supaya sedikit bersabar. “Mungkin karena rumah kita di Bekasi Dit…., lebih jauh dibanding temen-temenmu yang di Jakarta… Coba deh…kita tunggu sampai jam 3 sore…”. Aku kasihan melihat Dita yang terdiam menahan perasaan tegangnya. Waktu terasa berjalan seperti mobil dengan kecepatan 8 km/jam. Lammmbbbaaaatttttt…..sekali. Dan tiba-tiba… pada jam 14.30 an, Dita menghampiriku dan berteriak…” Aku udah terima….!!!”. Dan pada saat aku baca, disana tertulis : LULUS dengan NEM 34.25 untuk 4 mata pelajaran yang di_UN-kan. Segera aku peluk dan aku cium anakku penuh rasa syukur….

 

Kelegaan itu tidak berlangsung lama, karena setelah itu aku disibukkan dengan segala macam persiapan mencari sekolah untuk kedua anakku. Dita memilih SMAN 14, 48, 67, 42, dan 113. Niti memilih SMPN 49, 128, 157 untuk sekolah yang di DKI. Yang sedikit menyulitkan adalah karena Niti berasal dari SD Bekasi sehingga pada saat masuk sekolah DKI terkena peraturan kuota 5%. Tapi gak papa, semua kesempatan tetap harus dicoba. Aku tetap berkeyakinan bahwa kalau semua sudah diusahakan nanti Allah akan memberi yang terbaik. Apapun itu. Demikian juga dengan Niti. Dia ingin sekali bisa masuk sekolah DKI seperti kakaknya dulu. Namun aku berkali-kali mengingatkan, apapun hasilnya nanti…itu adalah pilihan Alloh untuknya. Dan itulah yang terbaik.

 

Pendaftaran sudah dilakukan, langkah selanjutnya adalah memonitor dari internet peringkat anak-anakku di sekolah yang dituju. Niti ternyata tidak bisa masuk pada tahap I ini. Sebetulnya pada saat tahap I ini ada kesempatan merubah pilihan sekolah, tetapi karena waktu itu bersamaan dengan hari pendaftaran Dita jadi aku kehilangan kesempatan merubah itu. Sebetulnya sedikit ada rasa kecewa, namun papanya anak-anak terus memberi semangat. Dan pada hari pengumuman hasil akhir, Dita mendapat kepastian masuk di pilihan I yaitu SMA 14, walaupun posisinya sempat terdorong-dorong ke bawah. Pada hari yang sama juga aku daftarkan Niti untuk tahap II sekolah DKI. Kali ini aku ubah pilihannya (tentunya setelah aku lakukan diskusi dengan si anak). Setelah melihat jumlah bangku kosong yang tersedia diputuskan pilihannya adalah SMP 81, 128, dan 157. Pertimbanganku memilih SMP 81 karena lokasinya lebih dekat dengan  rumah dibanding 49 (yang ini anaknya sebetulnya pengen banget, tapi ya…harus realistis lah…). Selesai pendaftaran tahap II aku langsung menuju SMP 12 Bekasi untuk melihat pengumuman….. dan alhamdulillah….Niti diterima !!! Rasanya apapun yang akan terjadi di SMP DKI aku tidak terlalu khawatirkan karena anakku sudah mendapat tempat di SMP yang bagus di Bekasi.

 

Dan bener-bener semua ketegangan itu diakhiri keesokan harinya pada saat pengumuman di internet, bahwa Niti diterima di SMP 81. Subhanallah….. bener-bener karunia Alloh tidak terbatas. Rasa syukur yang nggak terhingga begitu meluap keluar dari dadaku karena sungguh2 tidak menyangka kalau akhirnya anak-anak justru mendapatkan sekolah melebihi apa yang sebetulnya diharapkan. Alhamdulillah……. Semua ketegangan dan “kegilaan” yang terjadi di tengah tahun 2008 ini terasa cuma mimpi yang baru saja berlalu…. Sungguh…. Jika Alloh berkenan….. tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Manusia hanya diminta untuk berikhtiar dan berdoa, memohon kepadanya dengan penuh rasa pasrah. Sungguh Alloh telah memberi karunia dan nikmat yang sangat besar dibalik semua ujian yang diberikan-Nya……..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s