Reuni 3 : Ficor’s Last Warrior

Posted: November 21, 2008 in jejak_keseharian

Secara bertubi-tubi hapeku memberitahukan akan adanya reuni akbar dari Ficorinvest, sebuah bank milik bank sentral yang ikut tergulung ombak krismon di tahun 1999. Pesan berantai itu datang dari beberapa teman, dan untuk ke sekian kalinya aku ingin pastikan kedatanganku di acara itu.

 

Hari Sabtu pagi Santi udah nyamperin ke rumah untuk berangkat bareng. Dialah teman seperjalananku selama beberapa lama pada waktu itu. Ya teman berangkat kantor, ya sekaligus pulangnya tentu. Wah…udah lama juga gak ketemu dia. Sekarang dia terlihat lebih dewasa dibanding waktu itu. Tapi ketawanya masih serenyah dulu. Hahha….

 

Gak buang2 waktu, segera aja aku berdua menuju Safari Café. Sampai di sana…waaaahhhh…… ternyata banyak wajah2 founder yang belum aku kenal sebelumnya. Tapi gak papa lah. Aku segera melangkah ke bapak2 direksi yang udah lenggah duluan. Setelah memberi salam baru aku tengok-tengok ke meja lain..eh… dari kejauhan tiba-tiba ada yang memanggil aku. Woouuww…. ternyata Mbak Alma, Mbak Luki, Teted, ahahha… ada juga Darsih, Wati, Dian, Sonya, dan masih beberapa yang lain. Wah…lumayan banyaklah….Kenapa aku gak liat dari tadi yaa??? Aduuhh…senengnya ketemu mereka. Kangeeennn banget rasanya. Seketika suasana hatiku jadi ceria (ih..tadinya sedikit clingak-clinguk emang…!!). Langsung deh cerita2 masa lalu mengalir.  

 

Di kantor itu aku termasuk karyawan bontot. Gak lama setelah aku masuk di tahun 1997, badai ekonomi melanda. Padahal pada saat-saat awal, Ficorinvest adalah perusahaan yang kuat hingga mampu memberikan kesejahteraan yang baik untuk karyawannya. Tapi, nyatanya badai krismon gak tertahankan. Dan akhirnya tahun 1999 kantorku gak bisa dipertahankan. Di masa-masa sulit itulah aku menjadi bagian di dalamnya. Dan puncak dari semua itu terjadi di akhir tahun 98 hingga awal tahun 99 dimana perusahaan harus melalui berbagai ujian dan harus mengajukan berbagai rencana penyelamatan ke bank sentral. Dan ternyata aku menjadi bagian kecil dari semua itu. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu “tim penyelamatan” berusaha siang malam. Bukan hal yang aneh pada waktu itu kalopun harus menginap di kantor. Pada saat karyawan lain baru mulai berdatangan keesokan harinya justru menjadi saat-saat dimana kami baru mulai berbenah pulang. Dan setelah istirahat sebentar di rumah, tugas selanjutnya sudah kembali menunggu. Aduuh…kalo inget semua itu….sungguh luar biasa. Bahkan untuk menahan suhu dingin AC ruangan di tengah malam sering sekali aku dan Mbak Alma harus sambil “sarungan” untuk melapisi blazer kami.  

 

Tapi apapun yang sudah dilakukan waktu itu ternyata nggak sanggup melawan takdir. Pada saat pemerintah mengumumkan bahwa Ficorinvest termasuk bank yang dibekukan aahh…. rasanya ada yang seketika hilang dari sebagian hidup kami. Pada waktu itu kami langsung berpeluk-pelukan sambil melepaskan tangis atas beban yang memuncak.

 

Tapi itulah masa lau. Masa-masa sulit yang kami lewati ternyata tetap menjadi bagian indah untuk diingat. Menjadi indah karena toh…akhirnya itu semua menjadi masa lalu dan menjadi bagian dari mozaik kehidupan.  

 

Dan disanalah kami semua dipertemukan. Antara para founder jaman keemasan hingga last warriors.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s