Secercah senyum di Sabtu pagi

Posted: Februari 20, 2010 in jejak_keseharian

Pagi ini giliranku untuk mengantar anak2. Kebetulan papanya anak2 berhalangan. Eh…laki2 kok bisa berhalangan juga ya…hehe… . Bukan……bukan..….. maksudnya tentu bukan berhalangan seperti halnya kaum hawa (ya iyalah… gak usah dijelasin juga pasti udah pada tahu….). Kebetulan hari ini harus menyiapkan diri untuk tes toefl, makanya aku yang menggantikan tugasnya mengantar anak2.

Pagi ini Dita harus ambil nilai lari di lapangan Velodrome Rawamangun, sementara Niti latihan teater di sekolah. Sekitar pukul 06.45 kendaraan melaju menuju tol. Di sampingku Dita sudah mulai sedikit rewel mengeluh kesiangan (bahasa jawanya : ndremimil…hehe…), sementara aku mendengarkan namun sambil tetap fokus di jalan raya. Hingga tiba saatnya masuk pintu tol Taman Mini dari arah JORR, aku segera membuka pintu jendelaku untuk menyerahkan pembayaran. Tiba2 secercah senyuman segar dan sapaan hangat menyambutku di pagi ini. “Selamat pagiiiii….🙂 ” sapa petugas gerbang tol menyambutku. Mendadak dalam pandanganku matahari bersinar dengan lebih cerah, tanaman di sepanjang pembatas tol terlihat lebih segar, dan dunia terasa lebih berwarna. Hariku menjadi lebih bersemangat. Ah… terima kasih bapak…. Senyuman dan sapaan hangatmu membawa efek yang luar biasa. Semoga Alloh swt selalu membalasnya dengan kebaikan untukmu ya, Pak… Amin…. Seingatku dari seluruh petugas pintu tol yang pernah aku lewati hanya 1 bapak ini yang selalu siap membagi senyuman dan sapaan hangat (mungkin seharusnya pihak Jasa Marga memberi award kepada bapak ini)

Perjalanananpun aku lanjutkan kembali. Alhamdulillah jalanan lancar dan sampai di lapangan pukul 07.15. Setelah Dita berpamitan kendaraan pun berputar haluan menuju Lubang Buaya tempat sekolah Niti. Pada saat melintas Taman Mini perutku berteriak menunjuk-nunjuk penjual nasi krawu yang dijual di mobil di depan masjid At-Tin. Aku pun menuruti apa kata perutku, hehe… Berhubung Niti tidak mau (karena sudah sempat sarapan) maka hanya 1 bungkus sajalah aku beli (porsi nasi krawu itu sangat mengenyangkan untuk ukuran sarapan). Setelah memberi pengertian kepada perutku untuk sedikit bersabar😀, aku melanjutkan perjalanan hingga kemudian sampailah di SMPN 81 Lubang Buaya tempat Niti bersekolah. Semuanya terasa lancar. Ah….. akhirnya anak2 sudah selesai aku antar, dan aku pun segera pulang. Masalahnya sudah terbayang gurihnya nasi krawu nih…. hehe…

Dan inilah gambar kelezatan nasi krawu itu. Sebungkus nasi dalam kemasan daun pisang, dengan lauk daging suwir, bertabur serundeng, dan dilengkapi sambal yang semakin menggugah selera. Mmm….. nyam-nyam… sungguh gurih, apalagi dimakannya sepiring berdua sama suami… wah…. serasa deh…….. . Sungguh indah pagiku hari ini. Alhamdulillah ya Alloh……

Komentar
  1. Toto Haryanto mengatakan:

    Yang bikin segala sesuatu jadi indah itu berada jauh di lubuk hati, bukan semata -mata dari apa yang kita indera. Bisa jadi sebuah objek (stimulus) yang sama bisa menimbulkan respon berbeda dari dua individu atau lebih. Mungkin (aku cuma menduga, bisa saja salah) kualitas hati lah yang menentukan baik -buruk, indah-jelek suatu stimulus di mata individu tersebut…wah maaf jadi sok berteori dan sok tahu ya…:D

    Moral dari tulisan ini (menurutku loh) bahwa keindahan itu pada hakekatnya bisa datang dari sesuatu yang sangat sederhana bahkan remeh temeh.
    Kalau saja semua orang bisa memandang dunia dengan hati seperti mbak Maya ini…hmmm.
    Tulisan yg menarik. Ayo bikin lebih banyak lagi… (btw…blog ini udah nge-link ke blognya spenasa ya mbak?)

    • emwei mengatakan:

      betul mas Har, kebahagiaan dan kesedihan lebih banyak dipengaruhi persepsi manusia. Aku masih harus banyak berlatih untuk bersyukur kok, mas.
      Btw, blog spenasa apa ya? Sebetulnya blog ini udh ngelink ke blog lain, tp mungkin karena setting templatenya gak menunjang jd gak keluar di tampilan blog. Sekarang lagi belajar cara ganti template nih, tp belum memuaskan hasilnya🙂

      • Toto Haryanto mengatakan:

        maksudku spensa (smp negeri 1 magelang)…soale aku pernah jalan2 ke sana dan kulihat ada link blognya njenengan ini. ini templatenya cukup bagus koq, seperti motif daun pisang…matching ama resep-resep yang sering njenengan posting. sebenarnya templatenya bisa diganti koq, cuma kalau di WP aku kurang familiar, kalau di multiply aku tahu. gak tertarik nyoba mp atau blogspot? eh…mp njenengan udah punya ya, cuma masih kosong…tapi ya gpp masing2 blog punya kelebihan dan kekurangan koq…yang penting semangat nulisnya, setuju?

      • emwei mengatakan:

        oo…iya.., wkt itu di-link sama temen ke blog spensa🙂
        utk sementara sih template ini lumayan lah buat penyegaran, mas
        tapi penasaran juga pengen belajar ganti yg lain, cuma msh blom berhasil, hehe…
        maklum nih .. emak2 gaptek :d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s