Ancol Sunday Market

Posted: Februari 22, 2010 in jejak_jalan-jalan

Rencana untuk berangkat jam 5.30 pagi ternyata hanya angan-angan. Biasa……. segala tetek-bengek urusan rumah di pagi hari ternyata tetap aja menyita waktu hingga menyebabkan rencana pagi ini molor, hingga kira-kira jam 6 baru kami bisa berangkat.

Pagi ini tujuan kami adalah Ancol Sunday Market. Dulu sebetulnya konsep ASM ini aku rasa lebih menarik karena menampilkan pasar apung dimana kita bisa berbelanja berbagai macam jenis produk yang dipasarkan, khususnya produk ikan dan olahannya, di atas perahu, sambil menikmati suasana laut. Sepertinya pada awalnya ASM ini konsepnya mengusung pasar apung seperti di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tapi sayangnya, entah oleh sebab apa, akhirnya ASM itu dipindahkan ke area Pasar Seni Ancol. Walaupun tidak lagi berupa pasar apung tapi tetap saja ASM menjadi tujuan kami pagi ini. Bagaimanapun melewatkan pagi di Pasar Seni yang asri, sejuk, dan dikelilingi dengan berbagai barang seni akan menjadi rekreasi mata dan hati yang menarik tentunya.

Dengan didukung lalu lintas yang lancar, hanya dalam waktu tempuh 45 menit kami sampai di lokasi. Ancol Sunday Market ini. Pasar ini mulai buka dari jam 6.00 – 09.00 pagi. Dan pihak Ancol pun memberikan tarif masuk spesial dengan harga setengah dari tarif masuk normalnya Rp 13 ribu. Jadi hanya dengan Rp 6.500/pengunjung, kita sudah dapat masuk ke arena Ancol. Dulu pada masa-masa promosi dengan berbekal tiket murah ini pengunjung mendapatkan voucher belanja Rp 5 ribu untuk setiap tiket yang bisa digunakan untuk berbelanja aneka makanan di area ASM. Bahkan dengan menunjukkan tiket ASM ini tahun lalu kami bisa menikmati permainan di arena air Atlantis dengan tarif separonya. Sayangnya hal itu hanya berlaku di masa promosi saja🙂 .

Setelah memarkir mobil kami menuju pasar seni yang dimeriahkan oleh hentakan musik aerobic. Ya…… pada pagi hari memang lokasi ini digunakan untuk berolahraga bersama, tepatnya aerobic, dan dipimpin oleh dua orang instruktur senam. Bukan hanya kaum muda saja yang mengikuti aerobic ini, tapi bahkan bapak-bapak yang nampak sudah berumur juga mengikutinya. Pantas mereka masih tampak fit di usia yang mungkin lebih dari setengah abad itu. Bagi yang tidak menyukai gerakan cepat bisa menikmati olah raga dengan jalan santai di sekitar lokasi yang memang sejuk.

Setelah mengikuti aerobic “sekedarnya” (hehe…) kami pun melihat-lihat apa saja yang dijajakan di ASM ini. Sayang pagi itu beberapa stand masih tutup. Yang terlihat hanya beberapa penjual makanan dan sedikit handicraft dari daerah. Setelah menikmati tempe mendoan yang masih mengepul panas kami memutuskan untuk mengitari pasar seni untuk melihat aneka benda seni yang dipamerkan sekaligus dijual. Berbagai lukisan, patung, dan aneka barang seni ditata dalam setiap kios. Sungguh menimbulkan ketakjuban melihat karya para seniman yang terkumpul disini. Melihat bagaimana sosok para seniman itu kita bisa tahu bahwa mereka benar-benar telah mempersembahkan hidupnya untuk seni. Sama sekali tidak nampak pemahaman mereka tentang seni sebagai sebuah industri. Dan beberapa puluh menit aku habiskan waktuku untuk mengobrol dengan seorang seniman yang sedang menyelesaikan karya patungnya dari clay, berupa gunungan seperti dalam pewayangan sementara di bawahnya berbagai posisi manusia berusaha mencapai ketinggian gunungan itu. Pada saat aku tanyakan apa yang ingin disampaikan dari karyanya itu, dia menjelaskan dengan sangat fasih bagaimana gunungan dalam pewayangan itu memiliki pengertian yang sangat sarat dengan falsafah hidup, dan bagaimana manusia-manusia yang dia gambarkan itu menyikapi kehidupan dengan sangat beragam. Sebuah pemahaman dan pembelajaran yang dalam dari seorang seniman. Luar biasa….

Pada saat aku berkunjung ini kebetulan pasar seni baru membuka satu pusat pembelajaran seni, dimana disitu setiap Sabtu dan Minggu dibuka workshop gratis untuk umum dan di sana kita bisa belajar membatik, melukis, membuat berbagai kerajinan dari clay, dan entah apa lagi aku lupa… Selain belajar gratis, berdasarkan informasi dari sang pemahat tadi katanya bahkan bahan-bahannyapun diberikan gratis. Menarik sekali ya… Tapi sayangnya pada saat aku ke lokasi itu pusat informasi sekaligus pendaftaran belum buka..

Akhirnya setelah melihat berbagai bentuk benda seni yang disajikan di sini, mataku menatap lukisan sederhana yang menarik perhatianku. Lukisan sederhana yang mengingatkan gambar primitif yang menghiasi dinding-dinding gua pada masa lampau. Setelah sedikit melakukan tawar-menawar akhirnya aku berhasil membawa 2 buah lukisan kecil yang nampaknya cocok untuk menghiasi dinding rumahku.

Rupanya cukup melelahkan juga berkeliling di pasar seni. Untungnya di sisi arena outbondholic sebuah live music d’Gracias yang menyajikan irama latin siap menghibur pengunjung. Lagu “besame mucho” mengalir dengan indahnya sehingga memaksa kaki untuk sedikit bergoyang. Hmm…. Aku dan suamiku pun memilih untuk duduk bersantai di bangku taman sambil menikmati alunan musik, sementara anak2 lebih memilih untuk bersepeda. Disini memang disediakan peminjaman sepeda, cukup hanya dengan menunjukkan tiket masuk dan meninggalkan stnk ataupun sim, kita bisa meminjamnya untuk berkeliling di dalam area Ancol. Di sini terdapat zona kuning, jalur khusus sepeda, yang disediakan untuk para pengguna sepeda untuk menyusuri arena Ancol.

Aku rasa mengunjungi Ancol Sunday Market ini sebuah pilihan wisata yang murah namun menghibur. Kitapun bisa berkeliling menikmati pantai dengan leluasa. Oya, aku sempat mencoba permainan di outbondholic lho…. Cukup memacu adrenalin, dan bagiku terasa seperti mengulang masa kecil. Sangat menyenangkan.

Syukur alhamdulillah…. Aku diberi kesempatan untuk menikmati hari yang indah bersama-sama dengan keluargaku. Bahagianya kami bisa melihat senyum cerah anak-anakku. Kenikmatan yang sangat layak untuk disyukuri.

Komentar
  1. Toto Haryanto mengatakan:

    postingan yang menarik, mbak…njenengan ternyata berbakat jadi pengamat seni ya🙂. ini bisa menjadi referensi buat aku bila suatu saat mau jalan2 ke sini. terima kasih…

    • emwei mengatakan:

      waduh… kalo dibilang pengamat seni enggak lah… jauh dari itu, hihi…. wong nggak punya dasar pemahaman di bidang seni
      tp iya loh mas, sekali2 jalan2 ke ancol nikmatin pasar seni rasanya lupa lho kalo kita lagi di pantai
      ok, selamat jalan2 brg keluarga ya🙂

  2. Harry Tursulistyono mengatakan:

    Ternyata masih ada ya, wisata murah meriah. Terima kasih Maya,
    jadi pingin bawa keluargaku napak tilas jalan pagi kamu, jalan
    pagi yg menyehatkan, menyenangkan sekaligus mendidik anak2
    serta menambah wawasan kita.

    thanks,
    Harrytur

    • emwei mengatakan:

      waduh…kedayohan tetangga dekat😀
      iya Har, sekali2 jalan2 menikmati are hijaunya Ancol lumayan lho jd pilihan keluarga
      suwun ya udh mampir ke sini
      selamat jalan2 & salam ya buat kelg🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s