Wajahmu seindah rembulan malam

Posted: Mei 6, 2010 in jejak_sahabat

Wajahmu seindah rembulan malam
Disanding kerlip bintang gemintang
Temaram dalam keheningan
Berpendar melambaikan kedamaian

Wajahmu seindah rembulan malam
Damai, lembut, tiada menyilaukan
Ingin ku menyelami kedalaman indahmu
kedalaman nan penuh makna abadi

Wajahmu seindah rembulan malam…..

(untukmu guruku)

Komentar
  1. arild_94 mengatakan:

    aduh…bagus sekali puisinya, mbak Maya…andai semua murid mampu menghargai jasa mereka—tidak harus berupa materi, sejatinya—cukup berjanji dalam hati untuk selalu menjadi manusia seperti yang mereka dambakan…berilmu, berakhlak baik dan berguna buat orang lain…aku pikir akan menjadi penghargaan yg setimpal atas jerih payah mereka…bisakah?

    • emwei mengatakan:

      aduuhh….isiiin aku dibaca sama pakar “meracik kata”
      itu cuma kalimat2 sederhana aja mas (wong memang bisanya baru segitu🙂 ), tapi rasa2ku cukup untuk menggambarkan sosok guruku
      seorang yg sekilas nampak “biasa” tapi dari pancaran wajahnya menyiratkan sesuatu yg dia selalu sampaikan kpd murid2nya
      semoga semua itu menjadikan bekal abadi untuk beliau dg diamalkannya ilmu oleh kami, murid2nya
      suwun lho mas, udh nglegakke baca

      • arild_94 mengatakan:

        ini yang aku suka dari mbak Maya, berilmu tetapi tetap rendah hati. justru aku yang malu disebut pakar meracik kata, karena aku merasa masih jauh dari itu…ini juga baru tahap belajar koq mbak…sekadar mencurahkan uneg-uneg secara positif…btw, ini tentang guru yang mana? guru sekolah, guru spiritual atau guru yang lain?

      • emwei mengatakan:

        betul ya mas, kalo sdh menuangkan “uneg2” rasanya lega ya… hehe….. Tp tenan kok, aku termasuk yg menyukai hasil “racikan kata”nya mas Har.
        Oya, ini menggambarkan seorang guru di kampung sini yang bila dilihat dari usianya msh sangat muda, dan sama sekali bukan guru yang sangat hebat dengan ilmu yang dimilikinya. Ya…. gambarannya seperti sinar rembulan itu lah mas, bukan seperti sinar matahari yang hebat, gagah dengan sinarnya, ataupun bahkan yang membuat orang langsung menyadari kehadirannya, tapi justru keindahannya muncul spt sinar rembulan, yang “sekedar” memantulkan Cahaya Abadi.

  2. DioN mengatakan:

    Bagus May puisimu ini. Kayaknya ada inspirasi yg mengalir , sehingga melahirkan rangkaian kata yg sarat akan makna tersembunyi.
    Aq senang dgn puisi2 yg multi tafsir, tdk mudah ditebak kemana arahnya tp sarat dgn makna dibalik semua untaian kata yg dibaca oleh pembacanya.
    *jempol 2*

    • emwei mengatakan:

      hehe….Dion, dirimu paling bisa nyenengke kanca, deh🙂
      suwun, ya..
      mdh2an mbesuk2 aku iso “terwangsitkan” bikin yg lbh “muitis”…hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s