Soto Banjar

Posted: Maret 5, 2011 in jejak_kuliner, sarapan

Aha….. Anggap aja ini adalah wisata kuliner ke daerah2. Abis mie kocok Bandung, terus rujak cingur Surabaya, sekarang waktunya soto Banjar.. Neneknya anak2 paling jago bikin masakan ini, secara emang asli orang Banjarmasin, hehe….🙂 Agak nyesel juga karena waktu beliau masih ada aku belum tertarik untuk turun ke dapur. Untungnya tanteku juga tergolong piawai untuk urusan masak, walopun konon katanya ibuku yang paling oke…hehe… Alhamdulillah…. dapet ilmu juga dari tante. Soto banjar ini rasanya beda sama jenis2 soto di jawa. Khas banget deh….

Bahan :

Ayam (sebaiknya ayam kampung ya)
Bawang merah
Bawang putih
Jahe
Bunga pekak
Pala utuh (1/4 aja)
Cengkeh
Kayu manis
Kapulaga
Adas manis
Merica
Garam
Bumbu rasa kaldu ayam
Minyak untuk menumis
Air

Pelengkap :

Perkedel kentang
Telur rebus
Soun
Jeruk nipis
Sambal
Daun seledri cincang
Bawang goreng untuk taburan
Ketupat (boleh diganti lontong, sama aja)

Membuat :

Tumis bawang merah, bawang putih, dan jahe yang sudah dihaluskan, hingga wangi. Masukkan ke dalam kuah yang sudah direbus bersama ayam. Tambahkan bumbu-bumbu yang lain. Rebus hingga bumbu benar2 meresap. Angkat ayam, suwir2, sisihkan. Rendam soun dalam air panas sebentar. Sisihkan
Untuk sambal, ini juga sedikit berbeda. Cara buatnya cabe rawit bersama dengan bawang putih direbus. Kemudian setelah diuleg, ditumis dalam minyak hingga wangi, dan tambahkan garam. Hati2 ya, numis sambal ini siap2 untuk batuk2 dan bersin2🙂

Penyajian :

Tata ketupat dalam mangkuk, tambahkan soun, ayam suwir, telur rebus dan perkedel. Taburi dengan daun seledri dan bawang goreng. Jangan lupa kucuri dengan perasan jeruk nipis dan sambal sesuai selera.

Oya, tips untuk menyantapnya adalah telur dan perkedelnya dipotong2 dalam penyajiannya, karena kuah yang bercampur dengan perkedel dan kuning telur rebus akan menambah mantabnya citarasa. Itu yang di foto sengaja belum dipotong2 soalnya biar kliatan jelas konten dari sotonya🙂

Tanteku memberi alternatif, selain ditumis bisa juga bumbu dibakar. Jadi jahe, bawang merah, dan bawang putihnya dibakar dulu hingga wangi, baru dihaluskan dan langsung dimasukkan ke dalam kuah ayam. Hehe…. Good idea… karena otomatis kandungan minyak berkurang 🙂

Komentar
  1. fredy mengatakan:

    bagus banget bu, kayak buat jualan aja gambarnya :))
    asli bu, bikin saya jadi kelaperan :))

  2. - mengatakan:

    *…Clegux..glk..glk..* kapan Soto banjar-e nyampe Semarang May ? :p :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s